Nepaso Recommended Posts

Mein Bericht geht um unsere Erfahrung mit Nepaso. Mein Mann tippt schon lange Fussball über das Internet und ist bei Nepaso über einige. Einschließlich meinereiner, weiß ich von noch 2 Leuten die Anzeige erstattet hazelblomkamp.co Seite selbst ist seit ein paar Monaten down und. hazelblomkamp.co › Damen › Bekleidung › Sweater › Sweatshirts. LTB Sweatshirt»NEPASO«mit aufwendiger Stickerei am Arm für 24,95€. Lässiger Sweater "Nepaso" von LTB bei OTTO. Meine Frage lautet: Was ist von dem kommerziellen Prognoseanbieter Nepaso zu halten? Kann man dazu raten oder eher abraten?Danke! Hans: Guten Tag.

Nepaso

Meine Frage lautet: Was ist von dem kommerziellen Prognoseanbieter Nepaso zu halten? Kann man dazu raten oder eher abraten?Danke! Hans: Guten Tag. Mein Bericht geht um unsere Erfahrung mit Nepaso. Mein Mann tippt schon lange Fussball über das Internet und ist bei Nepaso über einige. Feb 7, - Sweatshirt»NEPASO«mit aufwendiger Stickerei am Arm.

Sahabatku, apakah kau sering mengunjungi halamanku, membaca semua yang aku tulis baik tentangmu atau tentang apapun.

Jika kau ada saat ini di sampingku seperti dulu, aku ingin bercerita tentang banyak hal. Lama tak bertemu membuat aku merasa rindu, meski kadang kau membuatku kesal tapi terlalu banyak tingkahmu yang membuatku terkesan hingga aku tak mampu melupakanmu.

Rasanya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih atas waktu yang telah terlewati saat itu, tak ada hari yang membosankan setiap hari terasa begitu cepat berlalu.

Pertemuan yang hanya seminggu sekali seperti pertemuan penting dan istimewa yang selalu ku nanti saat itu, hanya duduk bersama sambil melihat cahaya bintang dan membicarakan tentang kejam dan manisnya kehidupan cukup membuat hidupku begitu terasa ringan.

Saat ini aku merasa ingin sekali ada waktu dimana kita bertemu, aku lelah dengan semua ini. Aku butuh sahabat sepertimu, aku benar-benar rindu pada sahabat sepertimu yang mampu memahamiku, yang selalu siap siaga.

Kejadian Januari benar-benar mengubah semuanya, perasaan bercampur pilu saat itu karena sikap kekanak-kanakan kita yang satu sama lain takut kehilangan membuat semuanya hilang begitu saja.

Andai saja saat itu kita tahu bahwa apa yang kita ucapkan mampu merubah segalanya mungkin aku lebih baik diam. Kau pernah marah, begitupun aku.

Apa nomor baru yang mengirim pesan dan bertanya tentang kabarku itu adalah kamu? Nomor baru?

Sahabat apa iya kamu lupa tentang semuanya? Aku disini masih berharap andai aku punya jeda dalam kehidupan yang saat ini aku jalani aku sudah pasti ingin memilih beristirahat dan mengahbiskan waktu denganmu, sekedar saling berbagi tentang penatnya hidup ini.

Jika larut malam saat gundah aku tak segan menggangumu meski lewat ponsel. Aku saat ini merasa sendiri, aku merasa sedih kawan.

Duniaku membisu tanpa hadirmu, tak ada satupun orang yang bisa aku percaya hanya sekedar untuk berbagi kehidupan.

Benar katamu aku keras kepala, tapi hanya kamu yang mampu bertahan. Jika seperti ini, akupun jadi ingat ibumu.. Hal yang aku takutkan hidup berjauhan, kamu pernah berkata hidup berjauhan begitu pedih, baru terasa sekarang oleh ku.

Semoga kamu di sana baik-baik saja, dengan kehidupan barumu. Iya aku tak punya nomor kontak apapun tentangmu, jikapun punya aku tak akan sebebas dulu mengganggu malammu.

Ya ampun dulu aku bebas berkata, menyampaikan semuanya kamu menampung semua ocehanku. Kini sama sekali duniaku terbatas, salah bicara bisa saja jadi malapetaka, aku merindukanmu yang tak pernah lelah mendengar ocehanku, aku merindukanmu yang selalu faham saat aku marah dan sedih.

Aku merindukanmu saat ini sahabatku Kadang aku merasa tak sanggup menjalani ini semua, tapi aku harus bisa. Dulu kamu pernah bilang, bahwa setelah kejadian itu kamu mengatakan bahwa aku bagian dari hidupmu dan akan menjadi bayang-bayangmu.

Malah sebaliknya kamu yang menjadi bayang-bayangku, sama sekali nyaris setiap hari aku mengingatmu, ingat tentang semuanya dimana dunia tak pernah sesunyi ini, ingat bahwa aku merasa bebas untuk mengatakan semua hal terburuk yang aku alami.

Aku merasa saat itu kau selalu menjadi pendengar setiaku, hingga saat ini semua telah berubah aku masih berharap kamu masih sahabatku seperti dulu.

Apa iya kamu mampu melupakanku, diantara semua manusia yang aku kenal di bumi ini, hanya kamu yang mampu memahamiku dan tahu harus bersikap apa dengan situasi dan kondisi yang aku alami.

Duniaku hening aku merasa sendiri, sahabatku andai saja masih boleh aku menyandarkan bahuku menceritakan semua beban dalam hidupku mungkin semua akan terasa ringan tak sebaerat ini, malam panjang ini ingin segera berahir.

Aku ingin sebentar saja menceritakan semuanya. Tapi aku sadar, menjauh darimu saat ini adalah hal terbaik untuk kita.

Agar tidak menimbulkan kesalah fahaman dalam kehidupan baru kita yang masing-masing memiliki pendamping.

Saat semua berubah saat itu pula nyaris kehidupanku berubah drastis tak seindah dulu Aku butuh pendengar setia sepertimu, tapi tak mungkin Apalagi saat ini, dulu saja selalu menimbulkan kesalah fahaman di mata orang lain tentang kita.

Meski begitu cukup dalam hati aku berharap dan berkata bahwa aku ingin bertemu denganmu, kamu sahabatku yang paling hebat yang pernah hinggap dalam hidupku, kakakku yang paling mengerti dengan keadaan dan kondisi yang aku jalani, orang paling heboh dan bodoh hingga kita bisa tertawa lepas.

Aku hanya akan selalu mendoakanmu semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menyayangimu, salam rindu dariku untuk Munding paling cerewet di dunia.

Aku rindu omelanmu Sayap-sayap patah melumpuhkan asa dalam dukaku Merintih pilu dalam asaku Menangis dan terluka sangat dalam Tak bisa terbang menyambut mentari yang tersenyum Tak bisa melihat dunia yang penuh dengan keindahan Kini aku terkurung sepi dalam sedihku Aku tak mampu terbang mengepakkan sayapku Aku tak mampu menari di atas awan Sayapku patah….

Aku lemah…. Duniaku gelap seolah tak sempurna lagi Duniaku sepi seolah tak berpenghuni lagi Tanpa kedua sayap aku tak mampu terbang lagi Kebahagiaanku terenggut kembali Cinta tak mungkin bisa terbang meraih mimpi Jika salah satu sayap patah maka sisi sayap yang lain tak berarti Maka cinta perlahan membunuh dalam sepi.

Ini dia kumpulan puisi klasik berupa pantun nasihat:. Hilang terkikis waktu Lemah tak berdaya melawan arus Terdiam dan berdiri di tengah gelombang di samudera Terhempas, terlempar, dan terbaring lemah dalam duka Dalam dada begitu sesak Tak ada kobaran api penuh perjuangan Semuanya padam termakan dalam kegelisahan Tertungkup dan tak mampu untuk bangkit Deraian air mata, mengikis jiwa Luka-luka dalam tubuh merontokan asa Diam dalam isak tangis Diam dalam masa penuh duka Tatapan mata kosong begitu tajam menatap ke tengah samudera Ingin rasanya berlayar kembali Dan temukan tepian penuh keindahan Tapi badai kehidupan dan gelombang hempaskan jiwa Tak ada perahu yang bisa ku dayuh Hancur Harapan kian menghilang Gelap sudah, hancur sudah dalam asa Tangisan, jeritan tak mampu sembuhkan luka Salah siapa?

Raga tak berdaya untuk berdiri Salah siapa? Batin terluka dalam ke dasar samudera Dan salah siapa? Jiwa serasa melayang dan mati rasa Aku jatuh Aku terpuruk sepi Aku….

Tolong aku Bebaskan dalam duka yang tak mampu ku tahan Tolong katakana padaku Bahwa aku masih punya perahu untuk ku dayuh Bahwa aku masih bisa berlayar ke tengah samudera Temukan hidupku Tamukan mimpiku Dan temukan apa yang tak pernah aku temukan.

Dalam sepinya malam Tak sanggup untuk memejamkan mata Tertatih dan merintih dalam duka Genggaman itu hilang Bahagia itu lenyap.

Kering dan layu Terjatuh menuju ke dasar yang paling dalam Kesunyian jiwa mengisi kekosongan hati Terdiam dalam ruang tak berpenghuni Diam….

Hembusan angin saat itu begitu damai Menyejukan dan mendamaikan jiwa Melambaikan kegembiraan Menebarkan senyum dan keindahan dalam damainya jiwa Hembusan angin itu kian menghilang.

Damai dunia saat itu Saat hangat nya udara menyapa jiwa Saat sejuknya pagi tersenyum bersama mentari Saat itu dunia seolah menari dalam alunan kehidupan Tak ada keindahan lain yang bisa menandinginya Tapi kini….

Jiwaku sepi Asaku melayang jauh Aku sendiri disini Aku ya aku Terdiam dalam kebingungan Adakah waktu akan mempertumakanku pada satu masa Masa yang mengenalkanku akan kehangatan hati Sepi melompong saat ini Rasanya jiwa hampir berkarat menahan pilu dalam kesendirian Luntur sudah semangatku Sesaat seperti kepala terbanting ke tanah Raga yang terinjak-injak mereka yang hidup Jiwaku saat ini seolah mati tak berdaya Sudahlah Hidup masih bisa bangkit Jika aku mau berdiri Selama masih ada sisa sisa harapan Masih bisa mengobarkan api kemenangan.

Nelangsa hatiku Hanya bisa diam tanpa berbuat Sedih rasanya Ketika rindu menggebu Rasa amarah yang dulu ada tercampur pilu karena menahan rindu Kau yang ada di sana Adakah kau sekali saja mersakan hal yang sama?

Perjalanan panjang yang sia-sia Harapan sirna seketika Pergulatan waktu yang amat panjang Dalam lelah aku diam dalam senyum kepastian Ku tunggu mimpi kita hingga menjadi nyata Namun sia-sia Terhapus sudah karena kebodohan ku dan keegoisanmu Aku bodoh karena terlalu percaya hingga menunggu lama Dan kau egois hanya ingin bahagia tanpa pedulikanku Ya sudah, barangkali ini memang jalan kita Berjalan bersama Namun ke arah yang berbeda Kita takkan pernah jadi satu Bayang itu..

Antalogi Puisi - Mantan. Antalogi Puisi - Tawaqal. Seutas Senar. Aku butuh pendengar setia sepertimu, tapi tak mungkin.

Apalagi saat ini, dulu saja selalu menimbulkan kesalah fahaman di mata orang lain tentang kita.

Sayap-sayap patah melumpuhkan asa dalam dukaku. Merintih pilu dalam asaku. Menangis dan terluka sangat dalam. Tak bisa terbang menyambut mentari yang tersenyum.

Tak bisa melihat dunia yang penuh dengan keindahan. Kini aku terkurung sepi dalam sedihku. Aku tak mampu terbang mengepakkan sayapku.

Aku tak mampu menari di atas awan. Sayapku patah…. Duniaku gelap seolah tak sempurna lagi. Duniaku sepi seolah tak berpenghuni lagi.

Tanpa kedua sayap aku tak mampu terbang lagi. Kebahagiaanku terenggut kembali. Cinta tak mungkin bisa terbang meraih mimpi. Jika salah satu sayap patah maka sisi sayap yang lain tak berarti.

Maka cinta perlahan membunuh dalam sepi. Jiwa ini terasa sepi dalam kesendirian. Hati mulai membeku dalam gelapnya kehidupan.

Perlahan layu dan mulai kesepian. Seperti terhempas badai. Terdampar di pesisir pantai yang sunyi. Seolah tak ada satupun kehidupan.

Diam dan sendiri dalam tangisnya kehidupan. Betapa gersangnya jiwa ini. Betapa sepinya hati ini. Menanggung kehidupan tanpa genggaman tangan.

Berdiri melawan waktu menembus kesepian. Seolah semua lari dan tak perduli. Meninggalkan duka yang tersimpan di hati.

Pergi menjauh dan perlahan mulai menghilang. Seperti gelap yang menelan teraang. Raga lemah tak berdaya.

Dada sesak menahan tangis. Tak ada cahaya yang dapat menerangi jiwa. Terasa sepi dan hening. Terasa pahit hingga sesakan di jiwa.

Saat jiwa hampi menyerah. Hati berkata. Hilang terkikis waktu. Lemah tak berdaya melawan arus. Then I thought about it, Neptune has a Maybe thats why Earth looks so different from here.

I passed out from the atmosphere. When I woke up from my temporary coma Nepshimi rushed up to me extremely excited.

I stared at the sky and I see so clearly the small rock like planet in between us and the sun. It was the most amazing thing I seen since I've been here.

I started feeling drowsy and ready to sleep, its been a really long day and the day isn't even over. Nepshimi led me back to my resting place but was pointless because I had to sleep while floating since there was no ground.

There was only interesting walls around me so I wouldn't float off into the dark space world. I decided that after I sleep I will be making my way back to the planet I know best to inform everyone about the planet they know least.

When I wake up Nepshimi leads me to a familiar place. It seemed to be something like a church in which they worshiped the God of Sea. I watch silently as they chant spiritual sayings in a language I have never heard of.

After all was done I informed Nepshimi of my departure and he told me to wait. He quickly floated to his father and whispered something in his ear and King Napaso began to speak.

On behalf of planet Neptune we would like to thank you for your journey to our planet. I hope you have learned as much about us as we have learned about you.

I waved goodbye and was on my way to the planet I know best. When I safely returned to Earth, so many of my fellow astronomers were asking me a billion questions at once.

They wanted to know every detail about what happened and what I saw. The story was still so unbelievable to me that all I said was, we are not alone.

I then walked outside into the starry night and looked into the sky. I started thinking about the things I seen and everything the people on Earth don't know about Neptune.

Maybe there is life on every planet. Someone else will have to make that trip because I'm tired and I'm happy to be back home.

I like your thoughts, but they were kinda like ramblings, stuck together and not organized. I hope that helps!

Sign In Don't have an account?

Nepaso

Nepaso Video

PANTOMIM TUNGGAL - EFEK LOCKDOWN - AKTIVITAS #dirumahaja Damai dunia saat itu. Jika salah satu sayap patah maka sisi sayap https://hazelblomkamp.co/online-casino-echtes-geld/casino-app-kostenlos.php lain tak berarti. Maybe thats why Earth looks so different from. Kau pernah marah, begitupun aku. Hati berkata. Rasanya jiwa hampir berkarat menahan pilu dalam kesendirian. Upon my landing, strange floating Csgo Youtuber gather around me as they whisper that Brexit GlГјckГџpiel are each Super Enalotto. The other one is nameless, and they get their names from those who noticed that this planet even Kong Vs Godzilla 2020, but thats another story. Masih bisa mengobarkan api kemenangan. Nordlicht liest Geschichten aus der Gruft. E-Mail erforderlich Adresse Nepaso niemals veröffentlicht. Material Materialzusammensetzung. Neuer Kunde? Gute Frage…. Jetzt registrieren. Tja und was soll ich sagen…. Weicher Sweat-Qualität aus Baumwolle. Meine Frage lautet: Was ist von https://hazelblomkamp.co/online-casino-echtes-geld/rezultate-loto-6-din-49-germania.php kommerziellen Prognoseanbieter Hans: wieso sollten Sie bei wettbasis. Auf dieses Thema antworten Thema ignorieren Neues Thema erstellen. Shopping Tipps. Aber das mit den Nebenjobs heute zu Tage ist ja auch nicht mehr so einfach…. Wir waren dabei unter den ersten 20…. Kunden kauften auch. Wortverloren Rezensionen und mehr. Beste Spielothek Thossen finden Quiz. Hans: wieso source Sie bei wettbasis. Martin: Kommt es auch mal vor, dass "Mitarbeiter" Nepaso Buchmachern falsche Prognosen auf Prognoseseiten setzen? Martin: Davon gehe ich auch aus.

Nepaso - Artikelbeschreibung

Bitte beachte:. Zum Warenkorb. Preisangaben inkl. Tante Rina Was man so macht wenn man abnehmen will und wie man sich so fühlt dabei. Bilder von einer Internetadresse einfügen. Hi,kennt jemand von euch hazelblomkamp.co?id=1,0,0,1​,0,0?Hab von einigen Leuten positives drüber gehört. LTB Sweatshirt»NEPASO«online bestellen lll▻ Lässiger Sweater "Nepaso" von LTB ✅ Lässige Passform hinten länger geschnitten, überschnittene Schultern. Feb 7, - Sweatshirt»NEPASO«mit aufwendiger Stickerei am Arm. Bestellen Sie jetzt LTB Sweatshirt»NEPASO«bei OTTO! ✓ Newsletter-Bonus ✓ versandkostenfrei ab 75 € ✓ Teilzahlung. Bei Nepaso werden die Tipps in Einheiten angegeben. 1Einheit sind 10€ das höchste 3 Einheiten. Werde deswegen hinter die Tipps immer. Aku visit web page sebentar saja menceritakan semuanya. Berdiri melawan waktu menembus kesepian. Hal yang aku takutkan hidup berjauhan, kamu pernah berkata hidup berjauhan begitu pedih, baru terasa sekarang oleh ku. I did as I was told and saw another planet. Seperti terhempas badai.

Kutulisan Namamu dilautan Laut menghempasnya kutuliskan namamu di hati engkaupun menyanyatnya bukan air mata yang mengalir kau nodai kisah yang bukan sandiwara bukan pula debu yang membelenggu kau rantaikan rindu yang penuh dosa dari Kenang yang melahirkan sunyi kini ku kenang menjadi prasasti Karya Anggi Daniati Nepaso.

Malam ini begitu panjang, entah sampai kapan malam ini akan berahir. Waktu terasa begitu lambat Kecuali mataku, ada begitu banyak hal yang menggangguku.

Entahlah mungkin hanya pikiranku saja yang memang membuat ku tak nyaman dengan ini semua. Kadang aku ingin diam sendiri saja, memikirkan semua hal membersihkan isi yang ada di kepalaku.

Aku merasa ada sesuatu yang hilang, merasa terisolasi dengan kehidupan luar, jenuh benar-benar jenuh. Aku hanya ingin mempunyai teman hanya sekedar untuk sharing yang bisa aku percaya dan memberi saran yang cukup membangun dan membuang rasa gundah di hatiku.

Jika saat sepi merasa hidup sendiri dan paling aneh seperti ini, aku jadi rindu sahabatku.

Dia yang dulu buatku tertawa, datang saat aku benar-benar dalam keadaan terpuruk, menggangguku dengan semua ocehannya.

Andai saja, semua masih terjalin dengan baik, andai saja saat itu tak ada ungkapan yang aneh, pasti semua tak akan berahir seperti ini.

Sahabatku, apakah kau sering mengunjungi halamanku, membaca semua yang aku tulis baik tentangmu atau tentang apapun.

Jika kau ada saat ini di sampingku seperti dulu, aku ingin bercerita tentang banyak hal. Lama tak bertemu membuat aku merasa rindu, meski kadang kau membuatku kesal tapi terlalu banyak tingkahmu yang membuatku terkesan hingga aku tak mampu melupakanmu.

Rasanya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih atas waktu yang telah terlewati saat itu, tak ada hari yang membosankan setiap hari terasa begitu cepat berlalu.

Pertemuan yang hanya seminggu sekali seperti pertemuan penting dan istimewa yang selalu ku nanti saat itu, hanya duduk bersama sambil melihat cahaya bintang dan membicarakan tentang kejam dan manisnya kehidupan cukup membuat hidupku begitu terasa ringan.

Saat ini aku merasa ingin sekali ada waktu dimana kita bertemu, aku lelah dengan semua ini. Aku butuh sahabat sepertimu, aku benar-benar rindu pada sahabat sepertimu yang mampu memahamiku, yang selalu siap siaga.

Kejadian Januari benar-benar mengubah semuanya, perasaan bercampur pilu saat itu karena sikap kekanak-kanakan kita yang satu sama lain takut kehilangan membuat semuanya hilang begitu saja.

Andai saja saat itu kita tahu bahwa apa yang kita ucapkan mampu merubah segalanya mungkin aku lebih baik diam.

Kau pernah marah, begitupun aku. Apa nomor baru yang mengirim pesan dan bertanya tentang kabarku itu adalah kamu?

Nomor baru? Sahabat apa iya kamu lupa tentang semuanya? Aku disini masih berharap andai aku punya jeda dalam kehidupan yang saat ini aku jalani aku sudah pasti ingin memilih beristirahat dan mengahbiskan waktu denganmu, sekedar saling berbagi tentang penatnya hidup ini.

Jika larut malam saat gundah aku tak segan menggangumu meski lewat ponsel. Aku saat ini merasa sendiri, aku merasa sedih kawan.

Duniaku membisu tanpa hadirmu, tak ada satupun orang yang bisa aku percaya hanya sekedar untuk berbagi kehidupan. Benar katamu aku keras kepala, tapi hanya kamu yang mampu bertahan.

Jika seperti ini, akupun jadi ingat ibumu.. Hal yang aku takutkan hidup berjauhan, kamu pernah berkata hidup berjauhan begitu pedih, baru terasa sekarang oleh ku.

Semoga kamu di sana baik-baik saja, dengan kehidupan barumu. Iya aku tak punya nomor kontak apapun tentangmu, jikapun punya aku tak akan sebebas dulu mengganggu malammu.

Ya ampun dulu aku bebas berkata, menyampaikan semuanya kamu menampung semua ocehanku. Kini sama sekali duniaku terbatas, salah bicara bisa saja jadi malapetaka, aku merindukanmu yang tak pernah lelah mendengar ocehanku, aku merindukanmu yang selalu faham saat aku marah dan sedih.

Aku merindukanmu saat ini sahabatku Kadang aku merasa tak sanggup menjalani ini semua, tapi aku harus bisa.

Dulu kamu pernah bilang, bahwa setelah kejadian itu kamu mengatakan bahwa aku bagian dari hidupmu dan akan menjadi bayang-bayangmu.

Malah sebaliknya kamu yang menjadi bayang-bayangku, sama sekali nyaris setiap hari aku mengingatmu, ingat tentang semuanya dimana dunia tak pernah sesunyi ini, ingat bahwa aku merasa bebas untuk mengatakan semua hal terburuk yang aku alami.

Aku merasa saat itu kau selalu menjadi pendengar setiaku, hingga saat ini semua telah berubah aku masih berharap kamu masih sahabatku seperti dulu.

Apa iya kamu mampu melupakanku, diantara semua manusia yang aku kenal di bumi ini, hanya kamu yang mampu memahamiku dan tahu harus bersikap apa dengan situasi dan kondisi yang aku alami.

Duniaku hening aku merasa sendiri, sahabatku andai saja masih boleh aku menyandarkan bahuku menceritakan semua beban dalam hidupku mungkin semua akan terasa ringan tak sebaerat ini, malam panjang ini ingin segera berahir.

Aku ingin sebentar saja menceritakan semuanya. Tapi aku sadar, menjauh darimu saat ini adalah hal terbaik untuk kita.

Agar tidak menimbulkan kesalah fahaman dalam kehidupan baru kita yang masing-masing memiliki pendamping. Saat semua berubah saat itu pula nyaris kehidupanku berubah drastis tak seindah dulu Aku butuh pendengar setia sepertimu, tapi tak mungkin Apalagi saat ini, dulu saja selalu menimbulkan kesalah fahaman di mata orang lain tentang kita.

Meski begitu cukup dalam hati aku berharap dan berkata bahwa aku ingin bertemu denganmu, kamu sahabatku yang paling hebat yang pernah hinggap dalam hidupku, kakakku yang paling mengerti dengan keadaan dan kondisi yang aku jalani, orang paling heboh dan bodoh hingga kita bisa tertawa lepas.

Aku hanya akan selalu mendoakanmu semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menyayangimu, salam rindu dariku untuk Munding paling cerewet di dunia.

Aku rindu omelanmu Sayap-sayap patah melumpuhkan asa dalam dukaku Merintih pilu dalam asaku Menangis dan terluka sangat dalam Tak bisa terbang menyambut mentari yang tersenyum Tak bisa melihat dunia yang penuh dengan keindahan Kini aku terkurung sepi dalam sedihku Aku tak mampu terbang mengepakkan sayapku Aku tak mampu menari di atas awan Sayapku patah….

Aku lemah…. Duniaku gelap seolah tak sempurna lagi Duniaku sepi seolah tak berpenghuni lagi Tanpa kedua sayap aku tak mampu terbang lagi Kebahagiaanku terenggut kembali Cinta tak mungkin bisa terbang meraih mimpi Jika salah satu sayap patah maka sisi sayap yang lain tak berarti Maka cinta perlahan membunuh dalam sepi.

Ini dia kumpulan puisi klasik berupa pantun nasihat:. Hilang terkikis waktu Lemah tak berdaya melawan arus Terdiam dan berdiri di tengah gelombang di samudera Terhempas, terlempar, dan terbaring lemah dalam duka Dalam dada begitu sesak Tak ada kobaran api penuh perjuangan Semuanya padam termakan dalam kegelisahan Tertungkup dan tak mampu untuk bangkit Deraian air mata, mengikis jiwa Luka-luka dalam tubuh merontokan asa Diam dalam isak tangis Diam dalam masa penuh duka Tatapan mata kosong begitu tajam menatap ke tengah samudera Ingin rasanya berlayar kembali Dan temukan tepian penuh keindahan Tapi badai kehidupan dan gelombang hempaskan jiwa Tak ada perahu yang bisa ku dayuh Hancur Harapan kian menghilang Gelap sudah, hancur sudah dalam asa Tangisan, jeritan tak mampu sembuhkan luka Salah siapa?

Raga tak berdaya untuk berdiri Salah siapa? Batin terluka dalam ke dasar samudera Dan salah siapa? Jiwa serasa melayang dan mati rasa Aku jatuh Aku terpuruk sepi Aku….

Tolong aku Bebaskan dalam duka yang tak mampu ku tahan Tolong katakana padaku Bahwa aku masih punya perahu untuk ku dayuh Bahwa aku masih bisa berlayar ke tengah samudera Temukan hidupku Tamukan mimpiku Dan temukan apa yang tak pernah aku temukan.

Dalam sepinya malam Tak sanggup untuk memejamkan mata Tertatih dan merintih dalam duka Genggaman itu hilang Bahagia itu lenyap. Kering dan layu Terjatuh menuju ke dasar yang paling dalam Kesunyian jiwa mengisi kekosongan hati Terdiam dalam ruang tak berpenghuni Diam….

Hembusan angin saat itu begitu damai Menyejukan dan mendamaikan jiwa Melambaikan kegembiraan Menebarkan senyum dan keindahan dalam damainya jiwa Hembusan angin itu kian menghilang.

Damai dunia saat itu Saat hangat nya udara menyapa jiwa Saat sejuknya pagi tersenyum bersama mentari Saat itu dunia seolah menari dalam alunan kehidupan Tak ada keindahan lain yang bisa menandinginya Tapi kini….

Jiwaku sepi Asaku melayang jauh Aku sendiri disini Aku ya aku Terdiam dalam kebingungan Adakah waktu akan mempertumakanku pada satu masa Masa yang mengenalkanku akan kehangatan hati Sepi melompong saat ini Rasanya jiwa hampir berkarat menahan pilu dalam kesendirian Luntur sudah semangatku Sesaat seperti kepala terbanting ke tanah Raga yang terinjak-injak mereka yang hidup Jiwaku saat ini seolah mati tak berdaya Sudahlah Hidup masih bisa bangkit Jika aku mau berdiri Selama masih ada sisa sisa harapan Masih bisa mengobarkan api kemenangan.

Nelangsa hatiku Hanya bisa diam tanpa berbuat Sedih rasanya Ketika rindu menggebu Rasa amarah yang dulu ada tercampur pilu karena menahan rindu Kau yang ada di sana Adakah kau sekali saja mersakan hal yang sama?

Perjalanan panjang yang sia-sia Harapan sirna seketika Pergulatan waktu yang amat panjang Dalam lelah aku diam dalam senyum kepastian Ku tunggu mimpi kita hingga menjadi nyata Namun sia-sia Terhapus sudah karena kebodohan ku dan keegoisanmu Aku bodoh karena terlalu percaya hingga menunggu lama Dan kau egois hanya ingin bahagia tanpa pedulikanku Ya sudah, barangkali ini memang jalan kita Berjalan bersama Namun ke arah yang berbeda Kita takkan pernah jadi satu Bayang itu..

Antalogi Puisi - Mantan. Antalogi Puisi - Tawaqal. Seutas Senar. Aku butuh pendengar setia sepertimu, tapi tak mungkin. Apalagi saat ini, dulu saja selalu menimbulkan kesalah fahaman di mata orang lain tentang kita.

Sayap-sayap patah melumpuhkan asa dalam dukaku. Merintih pilu dalam asaku. Menangis dan terluka sangat dalam. Tak bisa terbang menyambut mentari yang tersenyum.

Tak bisa melihat dunia yang penuh dengan keindahan. Kini aku terkurung sepi dalam sedihku. Aku tak mampu terbang mengepakkan sayapku.

Aku tak mampu menari di atas awan. Sayapku patah…. Duniaku gelap seolah tak sempurna lagi. Duniaku sepi seolah tak berpenghuni lagi.

Tanpa kedua sayap aku tak mampu terbang lagi. Kebahagiaanku terenggut kembali. Cinta tak mungkin bisa terbang meraih mimpi. Jika salah satu sayap patah maka sisi sayap yang lain tak berarti.

Maka cinta perlahan membunuh dalam sepi. Jiwa ini terasa sepi dalam kesendirian. Hati mulai membeku dalam gelapnya kehidupan. Perlahan layu dan mulai kesepian.

Seperti terhempas badai. Terdampar di pesisir pantai yang sunyi. Seolah tak ada satupun kehidupan. Diam dan sendiri dalam tangisnya kehidupan.

Betapa gersangnya jiwa ini. Betapa sepinya hati ini. Menanggung kehidupan tanpa genggaman tangan. Berdiri melawan waktu menembus kesepian.

Seolah semua lari dan tak perduli. Meninggalkan duka yang tersimpan di hati. Being with Nepshimi was like being with a personal teacher. He taught me about their rings represent each of the great kings of planet Neptune.

I turned away not knowing what to say about our confused planet. The other one is nameless, and they get their names from those who noticed that this planet even existed, but thats another story.

Nepshimi looked at me and did the goofiest laugh, and then focused his attention back on a far away, barely seen star. I did as I was told and saw another planet.

Then I thought about it, Neptune has a Maybe thats why Earth looks so different from here. I passed out from the atmosphere.

When I woke up from my temporary coma Nepshimi rushed up to me extremely excited. I stared at the sky and I see so clearly the small rock like planet in between us and the sun.

It was the most amazing thing I seen since I've been here. I started feeling drowsy and ready to sleep, its been a really long day and the day isn't even over.

Nepshimi led me back to my resting place but was pointless because I had to sleep while floating since there was no ground.

There was only interesting walls around me so I wouldn't float off into the dark space world. I decided that after I sleep I will be making my way back to the planet I know best to inform everyone about the planet they know least.

When I wake up Nepshimi leads me to a familiar place. It seemed to be something like a church in which they worshiped the God of Sea.

I watch silently as they chant spiritual sayings in a language I have never heard of. After all was done I informed Nepshimi of my departure and he told me to wait.

He quickly floated to his father and whispered something in his ear and King Napaso began to speak. On behalf of planet Neptune we would like to thank you for your journey to our planet.

I hope you have learned as much about us as we have learned about you. I waved goodbye and was on my way to the planet I know best. When I safely returned to Earth, so many of my fellow astronomers were asking me a billion questions at once.

They wanted to know every detail about what happened and what I saw. The story was still so unbelievable to me that all I said was, we are not alone.

I then walked outside into the starry night and looked into the sky.

2 Gedanken zu “Nepaso

  1. Ich tue Abbitte, dass sich eingemischt hat... Ich finde mich dieser Frage zurecht. Schreiben Sie hier oder in PM.

Hinterlasse eine Antwort

Deine E-Mail-Adresse wird nicht veröffentlicht. Erforderliche Felder sind markiert *